Tampilkan postingan dengan label university. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label university. Tampilkan semua postingan

Bimbingan dan Konseling

25 Mar 2012 0 comment
Pengertian Bimbingan dan Konseling
1. Definisi Bimbingan

Dalam mendefinisikan istilah bimbingan, para ahli bidang bimbingan dan konseling memberikan pengertian yang berbeda-beda. Meskipun demikian, pengertian yang mereka sajikan memiliki satu kesamaan arti bahwa bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan.

Menurut Abu Ahmadi (1991: 1), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik. Hal senada juga dikemukakan oleh Prayitno dan Erman Amti (2004: 99), Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.

Sementara Bimo Walgito (2004: 4-5), mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya. Chiskolm dalam McDaniel, dalam Prayitno dan Erman Amti (1994: 94), mengungkapkan bahwa bimbingan diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri.


2. Definisi Konseling

Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antarab dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. (Tolbert, dalam Prayitno 2004 : 101).

Jones (Insano, 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya.
               
Pengertian Bimbingan dan Konseling

Dari semua pendapat di atas dapat dirumuskan dengan singkat bahwa Bimbingan dan Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling (face to face) oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi konseli serta dapat memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki dan sarana yang ada, sehingga individu atau kelompok individu itu dapat memahami dirinya sendiri untuk mencapai perkembangan yang optimal, mandiri serta dapat merencanakan masa depan yang lebih baik untuk mencapai kesejahteraan hidup.

Kajian Q.S Al Mukmin ayat 67

0 comment
Surat Al-Mu’min ayat 67 beserta Terjemahannya

هُـوَ الَّـذِيْ خَـلَـقَ لَـكُمْ مِـنْ تُـرَابٍ ثُـمَّ مِـنْ نُـطْـفَـةٍ ثُـمَّ مِـنْ عَـلَـقَـةٍ ثُـمَّ يُـخْـرِجُـكُـمْ طِـفْـلاً ثُـمَّ لِـتَبـْلُـغُـوْا اَشًــدَّ كُـمْ ثُـمَّ لِـتَـكُـوْ نُـوْا شُـيُـوْخـًا ج وَ مِـنْـكُـمْ مَـنْ يُّـتَـوَفَّى مِـنْ قَـبْـلُ وَ لِـتَـبْـلُـغُــوْا اَجَـلاً مُـسَــمًّى وَّ لَـعَـلَّـكُـمْ تَـعْـقِـلــُوْنَ

“Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setes air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami (nya)”

Inti Sari
Dari pembahasan tentang Al-Qur’an Surat Al-Mu’min Ayat 76 di atas dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.
1.    Allah swt menciptakan manusia dari tanah. Makna ayat tersebut menurut para mufasir adalah bahwa Allah swt menjadikan manusia dari sari pati yang berasal dari tanah. Seorang bapak dan seorang ibu mengonsumsi makanan yang berasal dari tumbuh – tumbuhan dan binatang. Tumbuh – tumbuhan hidup dengan mengambil unsur – unsur yang terdapt dalam tanah. Binatang ternak lalu memakan tumbuh – tumbuhan tersebut. Sari pati makanan yang dimakan bapak menjadi sel sperma, sedangkan sari pati makanan yang dimakan ibu menjadi sel telur. Sel sperma dan sel telur tersebut bertemu dalam rahim sehingga terjadi pembuahan. Peristiwa itu merupakan awal dari proses terciptanya manusia.
2.    Allah swt menjelaskan bahwa manusia yang diciptakan-Nya akan mengalami tiga tahap kehidupan, yaitu
a.    Masa kanak – kanak (tiflān);
b.    Masa dewasa (asyuddakum);
c.    Masa tua (syuyūkhan)
3.    Di antara manusia ada yang meninggal pada masa kanak – kanak, ada yang meninggal pada masa dewasa, dan ada pula yang meninggal setelah berusia lanjut. Ketentuan mengenai kapan seseorang meninggal berada di tangan Allah swt semata.
4.    Proses kejadian manusia ini merupakan bahan renungan dan pemikiran bagi manusia sehingga mereka mau beriman kepada Allah swt, pencipta seluruh makhluk ini.

Hikmah yang Dapat Diambil
1.    Dalam surat Al Mukmin ayat 67 banyak mengandung nilai-nilai sikap dan perilaku yang utama, seperti dari proses awal kejadian manusia. Jika direnungkan, betapa rendahnya manusia yang kejadiannya diawali dari setetes air mani yang tidak berharga dan pada saatnya diakhiri dengan kematian yang jasadnya akan menjadi bangkai tidak berharga sama sekali.  Melihat dari proses awal kehidupan dan akhir dari sebuah kematian tersebut, hikmah yang dapat diambil adalah sudah seharusnya kita mempunyai sifat rendah hati dan tidak sombong atau angkuh.
2.    Di sisi lain, surat Al Mukmin ayat 67, secara implisit,  menggambarkan proses kejadian manusia yang sangat mulia dan sebaik-baiknya makhluk ciptaan Allah SWT.  Oleh karena itu, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, kita diajarkan untuk selalu mengucapkan  اَلْحَمْـدُِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْــنَ  "“ setiap kali kita menerima nikmat .



    DAFTAR PUSTAKA   

Buku dan Modul pelajaran PAI SMA kelas I
http://tonyzsma8smg.wordpress.com/2011/02/03/manusia-sebagai-khalifah-di-muka-bumi/
Al-Qur’an dan Terjemahannya

FOLLOW US ^^